BOLEH AMBISIUS JANGAN TAMAK
( Self Reminder).
Orang ambisius memiliki tujuan yang jelas dan tidak mudah menyerah dan akan selalu mencari jalan agar bisa mencapiai tujuannya.
Oleh karena itu ambisius adalah sifat yang positif dan diperlukan. Tetapi kalau berlebihan bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Ambisi yang yang berlebihan dan tidak terkendali dapat menimbulkan sifat tamak atau serakah, yaitu tidak pernah puas dengan apa yang diperoleh dan selalu ingin lebih dari orang lain, akibatnya akan menghalalkan segala cara.
Seperti orang haus yang minum air laut, semakin banyak minum bukan semakin hilang dahaganya tapi malah semakin haus.
Kita harus bisa mengendalikan diri agar tidak menjadi tamak.
Sifat tamak atau serakah adalah sifat yang tercela yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain atau masyarakat.
Rosulullah menggambarkan sifat tamak lebih berbahaya daripada seekor srigala yang lapar.
"Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dikirimkan pada seekor kambing itu lebih berbahaya daripada tamaknya seseorang pada harta dan kedudukan dalam membahayakan agamanya," (HR Tirmidzi).
Tamak tidak hanya terhadap harta tapi bisa juga terhadap kedudukan atau kekuasaan.
Banyak orang yang hidupnya sudah kaya raya atau mempunyai kekuasaan yang besar dan terpandang berubah menjadi hina karena sifat tamak atau serakah.
Kita harus mampu menahan diri untuk tidak serakah dan mensyukuri apa yang sudah kita peroleh agar hidup kita bahagia.
Jangan iri dan berlomba lomba dengan pencapaian orang lain. Lebih baik fokus pada diri sendiri, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas pribadi dan mencapai tujuan hidup kita sediri.
Ambisi adalah keinginan atau hasrat, yang besar untuk menjadi atau memperoleh sesuatu.
Orang yang ambisius akan lebih mungkin berhasil mencapai tujuanya daripada orang yang tidak ambisius.Orang ambisius memiliki tujuan yang jelas dan tidak mudah menyerah dan akan selalu mencari jalan agar bisa mencapiai tujuannya.
Oleh karena itu ambisius adalah sifat yang positif dan diperlukan. Tetapi kalau berlebihan bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Ambisi yang yang berlebihan dan tidak terkendali dapat menimbulkan sifat tamak atau serakah, yaitu tidak pernah puas dengan apa yang diperoleh dan selalu ingin lebih dari orang lain, akibatnya akan menghalalkan segala cara.
Seperti orang haus yang minum air laut, semakin banyak minum bukan semakin hilang dahaganya tapi malah semakin haus.
Kita harus bisa mengendalikan diri agar tidak menjadi tamak.
Sifat tamak atau serakah adalah sifat yang tercela yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain atau masyarakat.
Rosulullah menggambarkan sifat tamak lebih berbahaya daripada seekor srigala yang lapar.
"Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dikirimkan pada seekor kambing itu lebih berbahaya daripada tamaknya seseorang pada harta dan kedudukan dalam membahayakan agamanya," (HR Tirmidzi).
Tamak tidak hanya terhadap harta tapi bisa juga terhadap kedudukan atau kekuasaan.
Banyak orang yang hidupnya sudah kaya raya atau mempunyai kekuasaan yang besar dan terpandang berubah menjadi hina karena sifat tamak atau serakah.
Kita harus mampu menahan diri untuk tidak serakah dan mensyukuri apa yang sudah kita peroleh agar hidup kita bahagia.
Jangan iri dan berlomba lomba dengan pencapaian orang lain. Lebih baik fokus pada diri sendiri, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas pribadi dan mencapai tujuan hidup kita sediri.

Komentar